Hobi ku sebagai pecinta makanan tradisional, sepertinya tidak bisa ku hentikan sekalipun sedikit sulit mencari makanan-makanan itu sekarang, Banda Aceh kota dimana seharusnya masih melestarikan berbagai jenis makanan tradisional yang ada di Provinsi paling barat Indonesia.
Kerap kali aku, aku berburunya, tapi aku tak mendapatkan itu… dan harus puas dengan kekosongan… ![]()
Saat ini aku sedang berburu yang namanya Sambai Oen Kayee, makanan ini sering ku dapatkan ketika aku kanak-kanak, Nyak chiek (sapaan untuk Nenek dikeluargaku) sering sekali membuat sambai on kayee, dengan rasanya yang sangat khas, akan ketagihan bagi setiap yang mencobanya… kini Nyak chik telah pergi untuk selamanya dan Sambai oen kayee pun sirna. Nyak (sapaan Untuk Ibu dikeluargaku) juga tidak sepandai Nyak chik yang sangat piawai dalam meracik semua jenis daun-daunan yang digunakan sebagai bahan untuk membuat sambaik oen kayee…
Sambai oen kayee, sangat lah gampang untuk di racik, sediakan saja berbagai macam jenis dau-daunan, seperti oen peugaga, oen jambe ie, oen kruet, oen geulima, cabe, kelapa parut dan garam secukupnya… semua di rajang kecil-kecil setelah itu baru di campur dengan kelapa parut. kata Nyak chik waktu itu, kalau mau mengaduk sambai, jangan menggunakan sendok, gunakan tangan itu akan terasa lebih enak ![]()
huh,,,
Semua itu sekarang sudah langka…dari bahannya, juga pembuatnya…:(
Sambai Oen Kayee
Visit Aceh
Welcome to Nanggroe Aceh Darussalam, I want to say that word to all of people in the word… he…
Aceh, daerah yang kaya akan khasanah budayanya, setiap kali aku mendengar lagu Aceh yang ethnik setiap kali itu juga aku merinding bulu romaku, buka karena takut… tapi karena takjub… (wew,,,), selain music dan tarian yang sangat energi juga makanan yang khas disini tersedia, membuatku bangga akan kekhasan aceh ini.
Berlibur ke aceh, sangatlah menarik, apalagi sekarang setelah Bandara International Sultan Iskandar Muda Airport di perlebar, ada 1 penerbangan asing yang menerbangi Aceh yaitu FireFlyz Air, yang tujuannya adalah Banda Aceh-Pulau Pinang (Penang) banyak penerbangan di aceh hari ini seperti
1. Garuda Airlines terbang ke Banda Aceh – Medan
Banda Aceh – Jakarta
Garuda Indonesia sekarang terbang ke Aceh 3x sehari
2. Lion Airlines terbang ke Banda Aceh – Medan dan
Banda Aceh – Jakarta
Penerbangan ini hanya 2x dalam sehari
3. Sriwijaya Airlines dari dan ke Banda Aceh – Medan dan Jakarta
Penerbangan ini hanya 1x dalam sehari
4. AirAsia terbang dari dan ke Banda Aceh – Kuala Lumpur
Terbang 1x sehari
5. FireFlyz Airlines terbang dari dan ke Banda Aceh – Penang
Banda Aceh – Subang (on December 08)
Terbang setiap hari Minggu, Sening, Rabu dan Jum’at
6. Pesawat SMAC yang menerbangkan penumpangnya ke Daerah-daerah yang ada di Nanggroe Aceh Darussalam.
Dengan Adanya penerbangan ini dapat memberikan kemudahan bagi semua pengunjung…
Selain juga hotel yang sudah banyak dimana-mana.. warung makan… tapi siapkan aja uang lebih kalo berkunjung ke aceh, karena biayanya sedikit lebih mahal di bandingkan dengan daerah lain.
Maut tidak mengenal ruang dan waktu. Siapapun akan ditemuinya.
Sore itu aku bersama satu orang teman q, menelusuri jalan-jalan kecil di Banda Aceh, melewati persawahan dan perkampungan, niat hati ingin menyantap sepiring mie di samping Bandara Internasional Iskandar Muda Aceh, namun ketika tiba di lokasi yang aku tuju, ternyata warung-warung di sekitar bandara semuanya tutup… ya sedih kecewa, tapi ya sudah mau gimana lagi… ketika dalam perjalanan hendak menuju ke darussalam aku menerima pesan dari temanku, yang isi smsnya “thunis kerumah ya, kita mau ngebahas tentang English Debate”. dan akupun membalas smsnya “OK”. aku menuju kerumahnya setelah sholat magrib.
Akupun menyempatkan sholat magrib di Mesjid Kampus Universitas syiah kuala Banda Aceh, setelah melakukan salat aku langsung meluncur ke rumah temanku di Ule Kareng. Sesampai disana aku langsung di persilahkan masuk oeleh teman q, aku masuk kemamarnya bersama temanku yang masih setia mengikutiku…
Setelah lebih kurang 1 jam aku berada di rumah temanku, tiba-tiba handphoneku berdering tanda pesan masuk.. dari salah satu teman dekatku, yang sms-a “Inna lillahi wainna ilaihi rajiun, telah berpulang kerahmatullah saudara kita Syahrizal Firdaus, 26 Oktober 2008, semoga Beliau bahagia disisi-Nya”
Aku antara percaya dengan tidak percaya mengenai berita ini, aku baru teringat dengan berita di koran beberpa hari yang lalu yang memberitakan tentang meninggalnya 3 orang mahasiwa Unsyiah akibat tenggelam pada saat berenang. waktu itu aku belum begitu ingat dengan nama tersebut. pada saat menerima SMS itu dari temanku lain lain, sponta aku langsung menggapai harian serambi indonesia yang terletak di Meja belajar kamar temanku. dan aku baru sadar yang diberitakan dikoran itu adalah salah 1 diantar mereka ada temanku “Syahrizal Firdaus (23)”.
“SELAMAT JALAN SAHABAT, SEMOGA ENGKAU MENDAPATKAN TEMPAT YANG PALING MULIA DI SISI ALLAH SWT, DAN DO’A KAMI TETAP MENGIRINGI KEPERGIAN MU SOBAT… DAMAILAH DI ALAM SANA”
SELAMAT JALAN BRO…..
Sejararah Masa lalu NAD
Saat ini banyak dari kita, sudah kehilangan jati diri, sebenarnya kalo mau melihat suatu kemajuan bangsa haruslah melihat kembali sejarahnya, contoh yang sangat real bisa kita lihat, Aceh pada Masa Kesultanan yang dipimpin oleh Sultan Iskandar Muda, bener-bener menjadi pusat untuk dunia perdagangan dan juga untuk urusan Agama, tapi hari ini semua itu sudah tidak ada…Kemana itu semua?
ini ada sedikit cerita tentang aceh yang aku mengambilnya dari http://ms.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Aceh
Aceh merupakan negeri yang amat kaya dan makmur pada masanya. Menurut seorang penjelajah asal Perancis yang tiba pada masa kejayaan Aceh di zaman Sultan Iskandar Muda Meukuta Perkasa Alam, kekuasaan Aceh mencapai pesisir barat Minangkabau. Kekuasaan Aceh pula meliputi hingga Perak.
Seri Sultan Iskandar Muda kemudian menikah dengan seorang Puteri dari Kesultanan Pahang. Puteri ini dikenal dengan nama Putroe Phang. Konon, karena terlalu cintanya sang Sultan dengan Isterinya, Sultan memerintahkan pembangunan Gunongan di tengah Medan Khayali (Taman Istana) sebagai muzeum cintanya. Kabarnya, sang puteri selalu sedih karena memendam rindu yang amat sangat terhadap kampong halamannya yang berbukit-bukit. Oleh kerananya Sultan membangun Gunongan untuk mengubati rindu sang puteri. Hingga saat ini Gunongan masih dapat disaksikan dan dikunjungi.
Jantho, adalah sebuah kota kecil yang terletak di tidak jauh dari Banda Aceh, bisa ditempuh dengan kenderaan roda dua ataupun roda empat, hanya membutuhkan waktu 1,5jam dari kota Banda Aceh, pada saat memasuki kawasan kota Jantho kita melihat jalan-jalan yang sangat sepi tanpa penghuni, wow bener-bener seperti kota mati, tapi seru lo… Mudah-mudahan kedepan kota ini menjadi salah satu daerah tujuan wisata Alam yang Indah dan bersih.
Kota Jantho juga sangat identik dengan Kolam Ikannya, nah disana kita bisa mencicipi ikan hasil pancingan sendiri, harganya bervariasi mulai dari harga yang murah sampe harga yang mahal… tapi kali ini perjalananku misinya untuk silaturrahim dengan salah satu keluarga teman kelasku, yang tinggal di Komplek Transmigrasi asal Pulau Jawa, kira-kira 30 menit dari kota jantho, tapi tidak terasa lelah sedikitpun disini, karena kiri-kanan jalan aku bisa melihat hijaunya pegunungan Jantho. aku bisa menikmati sejuknya pegunungan disini, serasa seperti di Puncah Jawa Barat.
Aku bersama dengan 10 orang teman-temanku, menikmati perjalan ini, dengan menggunakan mobil tuaku.. he.. walau demikian kita tetap sampai ke tujuah..he… Tujuan utama kita sesampai di Jantho adalah Kebun Binatang Mini Jantho, disini hanya terdapat beberapa jenis binatang saja, seperti Monyet, Burung, Beruang, Buaya dan Ular, setelah berkeliling di Kebun Binatang Mini, kami melanjutkan perjalanan ke Pusat Kota Jantho yang tidak jauh dari situ, dan kami menyempatkan shalat Zuhur di Mesjid Kota Jantho…Masyaallah bersih banget tu mesjid dan rapi, banyak bunga, pokoknya seru deh. Selepas melakukan Sholat Zuhur kami melanjutkan perjalanan untuk melihat-lihat pasar kota jantho dan berbelanja disana, selanjutkan kami menuju ke rumah salah satu teman kelasku di komplek Trans, dengan menempuh perjalanan lebih kurang 30 menit.
Sesampai di Rumah temanku, kami dijamu makan siang… wow… Suru bok.. kita makan makanan khas Jawa, wuih…serasanya di Jawa aja… he…, makanan utama siang itu adalah Lele goreng dan Lele Pepes, juga kerupuk nasi buata sendiri, dan lotek khas jawa.. juga tidak lupa terong sambel…he… pokoknya seru dan nikmat….
Selepas makan dan istirahan sejenak di rumah temanku, kami melanjutkan perjalanan ke Bukit dekat irigasi, tapi kita menyempatkan sholat di Mesjid Pancasila di Kampung itu, selepas shalat Ashar kita mulai mengendarai mobil menuju irigasi. Sesampai disana kami mulai berfoto ria, dan diakhiri dengan mandi di Irigasi yang kecil untuk melepaskan kepenatan… boleh juga lah.. he…
Mudah-mudahan jantho tetap asri dan sejuk seperti sekarang, ya kalo bisa pemerintahnya dan masyarakat untuk mewujudkan daerah itu sebagai kawasan wisata Alam, karena banyak tempat yang seru. Juga seru kalo dibuat tempat outbount activities… Mudah-mudahan cepat Terjadi….
Kalo Gak percaya, Coba deh.. jalan-jalan ke jantho, pasti kamu kepengen balik lagi kesana, karena Alamnya yang masih sangat Indah… dan sejuk…. Yuk berwisata Murah tanpa harus pergi keluar Aceh… masih banyak di Aceh Tempat yang seru…
Banda Aceh kini…
Ternyata banda Aceh, benar-benar kota yang sangat indah ya… malam itu, aku bersama temanku keluar untuk menikmati sejuknya malam di kota Banda Aceh, setelah sekian lama kota ini di landa Panas berkepanjangan, malam itu cuacanya sangat menyejukkan
sambil lihat kiri kanan, sesekali aku mengambil gambar jalan-jalan yang biasanya selalu dipadati arus lalulintas ketika pagi hari, dan sore hari, terkadang juga siang hari, sering juga kemacetan mewarnai ruas jalan ini, dikarenakan sebagian jalan di dalam kota banda aceh sudah sangat sempit… dasn sudah seharusnya dibebarapa tempat yang sering terjadi kemacetan lalu lintas dibanda aceh di bangun jembatan layang untuk menghindari kemacetan di traffic lamp.
Foto yang diatas adalah simpang 5 Banda Aceh, yang penuh dengan cahaya, pemandangan ini bener-benar membuat banda aceh so nice
Tidak jauh dari simpang 5 ini, kita sekarang juga bisa menemukan sebuah Cafe yang aku pikir unik juga, nama cafe tersebut diambil dari nama sebuah negara dimana Aceh menandatangani perjanjian Damai beberapa tahun yang lalu, yaitu di Helsinki… disitu kita bisa menikmati kopi Aceh dan Kue… malam itu buat aku tambah cinta dengan kota tua ini.

SELAMAT MENIKMATI …..
Welcome to Banda Aceh….
Meraih Semua Impian Kita
Pernah tau gak bagaimana cara meraih Impian kita
Betapa sering kita mengagumi berbagai hal di sekeliling kita. Kita mengagumi ciptaan Tuhan, seperti alam semesta dengan segala isinya: gunung-gunung, lautan, sungai, hutan, dan segala keindahan ciptaanNya yang menakjubkan. Kita juga bahkan mengagumi keindahan dan kecanggihan ciptaan manusia, seperti gedung-gedung tinggi, komputer, peralatan komunikasi, pesawat dan sebagainya.
Ya, kita berharap seperti itu ya, biar Aceh lebih dapat dikenal oleh dunia luar, dan menjadi salah satu daerah kunjungan wisata yang beda.
dan sekarang Sultan Iskandar Muda Iternational Airport dah melayani penerbangangan keluar Negeri dengan menggunakan 2 maskapai penerbangan Air Asia (Banda Aceh-Kuala Lumpur) Kartika Airlines (Banda Aceh-Penang)… ini bener-bener suatu hal yang luar biasa, mudah-mudahan bisa bertahan ya…
Selain itu kalau mau ke Aceh juga ada beberapa Domestic Flight : Garuda Airlines (4x Sehari), Lion Air(2x Sehari), Sriwijaya Airlines(1x Sehari)… He…
promosi ne…
Coment donk buat kemajuan aceh …..
About Aceh
Haiii Bro and sist… I want tell you about aceh…
Aceh atau secara resmi, Nanggroe Aceh Darussalam adalah sebuah Daerah Istimewa yang teletak di Pulau Sumatera, Aceh memiliki 119 buah pulau, 73 sungai yang besar dan 2 buah danau, Aceh dikelilingi selat Melaka di sebelah Utara, provinsi Sumatera Utara di timur dan Lautan Hidia di selatan dan barat. Ibukota Aceh. Ibukota Aceh adalah Banda Aceh yang dulunya dikenali sebagai ‘Kutaradja’.
Aceh memiliki sebuat sejarah yang lama. Aceh memainkan peranan penting dalam tranformasi yang dijalani rantau ini sejak penumbuhannya. Marcopolo, pada 1292, sewaktu dalam pelayaran ke Parsi dari China telah bersinggah ke Sumatra. Beliau melaporkan terdapat enak pelabuhan yang sibukdi bahagian …… ntar disambung lagi ya….



